Selasa, 24 November 2009

Tingkat Sumber Rezeki

Dalam Islam ada 5 tingkatan sumber rezeki dari yang tertinggi dan yang paling rendah. Tingkatan ini dikelompokkan berdasarkan tingkat keyakinan dan ketakwaan daari orang yang menggantungkan rezekinya dari sumber-sumber tersebut.
Ke-5 tingkatan tersebut adalah:

1. Dakwah
Merupakan sumber rezeki yang paling tinggi terutama dakwah yang mengajak manusia untuk taat kepada Allah SWT untuk kebutuhan di akhirat. Untuk keperluaan dunia teknik dakwah ini diadopsi menjadi teknik MLM dan referal dan pemasaran jaringan yang keuntungannya juga sangan berlimpah tapi hanya untuk kebutuhan di dunia karena hanya mengajak manusia untuk melakukan sesuatu demi point dan bonus-bonus yang sifatnya sementara dan kadang penuh tipu daya : ).
Menafkahkan hartanya, menafkahkan ilmunya, menafkahkan tenaganya di jalan Allah, bekerja kepada Allah, insyaallah akan dibayar kembali oleh Allah dengan lipat ganda yang banyak, sebagaimana ,S U R A T A L - B A Q A R A H ayat 245:" Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.


2. Berniaga/pedagang/wiraswasta/pengusaha
Adalah sumber rezeki dengan tingkatan kedua yang menghasilkan rezeki yang juga bergantung kepada keyakinan kepada Allah SWT. Karena orang yang berniaga ini kadang untung dan kadang rugi. Bagi pedagang yang jujur dan sholeh selalu beribadah dan mohon kepada Allah agar diberikan keuntungan yang besar dan tak lupa berzakat dan bersedekah jika mendapatkan keuntungan yang melimpah.
S U R A T A L - A N ' A A M (6:160):" Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)".
Rezekinya semakin melimpah sebagimana S U R A T A L - B A Q A R A H (2:261):" Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui".



Bagi pedagang yang jahat akan melakukan tindakan curang dan menipu timbangan dan melakukan praktek perdukunan yang musrik dengan alasan penglarisan dll, agar mendapat keuntungan yang banyak dan pelit karena ingin menimbun harta saja.

3. Petani/peternak/nelayan.
Menggantungkan keyakinan sepenuhnya dari Allah SWT karena apapun yang dilakukan hanya Allah yang bisa menumbuhkan dan Allah yang memperbanyak ternak dan ikan di lautan. Ketakwaan akan terbentuk dan bersyukur jika panen melimpah dan selalu berzakat dan sedekah.
Jika keyakinan salah maka akan menganggap hasil kerja keras dan usahanya yang membuat panen berlimpah dan akhirnya lupa diri dan tidak mau sedekah dan jika gagal akan putus asa dan menyalahkan alam dan musim serta lain sebagainya.

4. Pegawai/PNS/buruh/karyawan
Keyakinan tiap bulan gajian akan menyebabkan keyakinan kepada Allah sebagai pemberi rezeki sedikit berkurang, selalu bergantung pada perusahaan atau atasan, kurang adanya tantangan dalam berusaha meningkatkan diri karena tidak ada tantangan. Jarang berdoa untuk memohon rezeki yang banyak karena sudah tau gajinya tiap bulan berapa : ), jarang berzakat karena tidak pernah ada yang bisa dikumpulkan karena tiap akhir bulan gaji tidak cukup untuk belanja dan keperluan dan membayar cicilan. Dan parahnya tingkatan ini hanya 1 tingkat di atas pengemis/peminta-minta.

5. Pengemis/peminta sedekah/sumbangan
Profesi ini ada dua jenis ada yang legal dan ilegal : ). Yang legal ada organisasi dan yayasan serta memiliki donatur tetap maupun tidak tetap, cara memintanya sangat halus, hanya dengan menyodorkan proposal ke kantor-kantor dan pengusaha-pengusaha. Yang ilegal adalah pengemis di jalan2 yang memang sangat membutuhkan dan hidup sebagai gelandangan.
Maaf... profesi anda pada tingkatan yang mana......???? : )
by abdul ghofur

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar